Erajaya Group Resmi Serahkan Kawasan Wana Erajaya ke KLHK

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Nurul Ikhsan

Bantenbisnis.com – Erajaya Group secara resmi menyerahkan kawasan Wana Erajaya di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Sabtu(11/11). Pengembangan kawasan ini dimulai sejak 2018 setelah terjalinnya kesepakatan antara Erajaya Group dengan Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPLHK) dari KLHK untuk melakukan rehabilitasi lahan hutan seluas 6 hektar.

Acara penyerahan bertajuk “Wana Erajaya Green Legacy” dihadiri oleh Keith Ardy Hady Wijaya, selaku Direktur Erajaya Group, Jimmy Perangin Angin, Chief Human Capital, Legal, GA, dan CSR ErajayaGroup, bersama Drs. Ade Palguna Ruteka, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDMKLHK, dan Dr. Ir. Kusdamayanti, M.Si, Kepala Pusat Diklat SDM LHK.

Jimmy Perangin Angin, selaku Chief Human Capital, Legal, GA, dan CSR Erajaya Group mengatakan selama 5 tahun terakhir, kami telah mengembangkan Kawasan Wana Erajaya sebagai wujud komitmen kami untuk berkontribusi pada lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar.

“Program yang kami jalankan tidak hanya mencakup penanaman pohon, melainkan juga usaha maksimal dalam memanfaatkan lahandanhasil kawasan hutan guna menggali potensi ekonomi lokal bagi masyarakat sekitar. Meskipun kawasan ini sudah resmi diserahkan ke KLHK, Erajaya akan terus berupaya secara berkelanjutan untuk mengembangkan dan membina agar kegiatan ekonomi UMKM di Kawasan Wana Erajaya tetap optimal,” ungkap Jimmy.

Kepala Pusat Diklat SDM LHK Kusdamayanti menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Erajaya Group yang sudah berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BPLHK dalam 5 tahun sejak tahun 2018 dalam upaya bersama untuk berkontibribusi dalam merehabilitasi kawasan hutan diklat dan juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk turut menjaga dan merawat pertumbuhan tanaman, masyarakat pun bisa mendapatkan manfaat dalam memanfaatkan keberdaaan hutan ini.

“Hutan Wana Erajaya ini, semoga kedepannya bisa memberikan manfaat yang lebih besar seiring dengan pertumbuhan beberapa puluh tahun kedepan,” ujar Kusdamayanti.

Selama proses pengembangan kawasan Wana Erajaya, Erajaya Group bersama BPLHK telah melakukan penanaman pohon secara bertahap dari 2018-2020 dan pemeliharaan yang dilakukan hingga saat ini. Sebanyak 6.368 pohon telah ditanam di kawasan tersebut dengan jenis yang beragam seperti mahoni, agatis, jenitri, dan lainnya. Penamanan pohon ini berpotensi menghasilkan oksigen 1.833,47 ton per tahun dan mengurangi setidaknya 16.385,36 ton karbon dioksida per tahunnya.

Selain menanam pohon, Erajaya Group juga fokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar agar bisa meningkatkan perekonomian lokal. Hal ini dilaksanakan melalui program seperti Wanatani, di mana sekitar 60% dari lahan tersebut digunakan untuk menanam berbagai tanaman seperti sayuran, buah-buahan, rumput untuk hewan ternak, bahan baku minyak atsiri, dan lainnya.

Saat ini, ada lima kelompok masyarakat yang terlibat dalam berbagai jenis produksi seperti agroforestri, madu, minyak atsiri, jamur tiram, dan kerajinan bambu. Erajaya Group memberikan bantuan di sisi pelatihan, modal, peralatan, dan bantuan dalam pengembangan produksi setelah panen dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sampai saat ini, sekitar 120 keluarga di wilayah Rumpin telah aktif terlibat dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta turut merawat tanaman di Wana Erajaya.

Acara penyerahan Wana Erajaya Green Legacy diramaikan oleh kehadiran lebih dari 200 karyawan beserta Direksi Erajaya Group, perwakilan BPLHK, dan masyarakat umum di sekitar area Rumpin. Seluruh partisipan yang hadir bisa bergabung dalam berbagai aktivitas seperti aktivitas dengan kelompok tani, penyemprotan eco-enzyme, eco print, bazar UMKM, camping, pelepasan fauna, hingga serah terima Wana Erajaya.

By Nurul Ikhsan

Kang Ikhsan, pria kelahiran Kuningan Jawa Barat ini menekuni dunia jurnalistik sejak kuliah sekitar tahun 90an hingga saat ini. Pria humoris yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup ini juga ditempa dengan pengalaman junalistiknya saat bekerja dibeberapa media cetak nasional dan radio di Jakarta. Hampir seluruhnya ditugaskan dibagian redaksi. Moto hidupnya : silih asah, silih asih, silih asuh. Nyunda banget ya :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Berita Menarik Lainnya