Aliansi Rakyat Selatan Lebak Siapkan Aksi Tolak Perpanjangan PPKM Darurat

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Heri Taufik

Bantenbisnis.com, Lebak – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mendapat penolakan dari lapisan masyarakat di berbagai daerah, tidak terkecuali di Kabupaen Lebak, Provinsi Banten. Aliansi Rakyat Selatan (Aras) akan melakukan unjuk rasa di Malingping, Kamis (22/07/2021) besok.

Korlap Aksi Aras Alif Ibnu Sina kepada wartawan Rabu (21/07/2021) mengatakan, pihaknya  menolak PPKM darurat. Kami menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk segera memberlakukan karantina wilayah dengan syarat dipenuhi semua kebutuhan dasar masyarakat sesuai amanat konstitusi UU nomor 6 tahun 2018

Menurut Alif, pijakan konstitusi harus digunakan sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan, seperti halnya ketika diterapkan karantina wilayah, maka selama karantina wilayah kebutuhan dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, hal ini tertuang dalam pasal 55 ayat 1 dan 2 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

“Tanggung jawab pemerintah pusat dalam penyelenggaraan karantina wilayah dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah dan pihak terkait,” tandasnya.

Lanjut Alif, untuk menciptakan suasana yang berkeadilan, maka pemerintah juga harus menghentikan laju kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) selama situasi negara dalam keadaan darurat kesehatan seperti sekarang ini. Selain itu, pihaknya mengecam tindakan arogansi dan represif aparat keamanan dalam menertibkan masyarakat di masa Pandemi.

“Kami juga menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk menyetabilkan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah NKRI,” ungkap Alif.

Dikatakan Alif yang merupakan mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC), sebagai negara yang menjunjung nilai-nilai toleransi dalam kegiatan keagamaan, maka pemerintah harus segera merevisi instruksi Mendagri nomor 19 dan 20 tahun 2021 poin g, yang kaitannya dengan pembatasan tempat ibadah.

“Semua pihak yang terdampak harus menjadi perhatian pemerintah dengan segera, baik itu pedagang, ojek, seniman, tenaga honorer dan masyarakat yang terdampak lainnya sesuai dengan asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Alif. ***

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Berita Menarik Lainnya